• Satura

    duo guitar manouche
    Bandung, 2013

    Opik Bape (3 September 1972) acoustic guitar
    Arief Ginanjar guitar (9 Desember 1988) acoustic guitar

    Di antara sekian banyak aliran musik jazz, terselip satu nama yang mungkin tidak begitu familiar di ranah musik jazz tanah air: Gypsy Jazz alias European Jazz atau kadang disebut juga Jazz Manouche.

    Kurang populer bukan berarti tidak berkualitas. Aliran yang satu ini diperkenalkan oleh gitaris Perancis kelahiran Belgia, Django Reinhardt. Musiknya banyak dipengaruhi oleh folk music dari Eropa Timur, swing Amerika, dan juga musik dansa Perancis. Teknik gitar sang maestro ini merupakan sebuah inovasi dan memang cukup sulit untuk dimainkan, sehingga kesempatan untuk menikmatinya di panggung-panggung musik juga tidak begitu banyak.

    Jika Anda rajin mengikuti acara gelaran musik jazz di Bandung, belakangan ini mencuat satu nama: Satura, yang secara eksklusif memainkan musik Gypsy Jazz. Kemunculan dua gitaris personil Satura, Arief Ginanjar dan Opik Bape, seolah-olah membawa kita ke awal abad 20, saat musik jenis ini dipopulerkan.

    Satura DSCN1559

    Mengikuti jejak Django Reinhardt sang maestro, Satura benar-benar hanya mengandalkan dua gitar dan sama sekali tidak menggunakan drums ataupun bass sebagaimana musik jazz pada umumnya. Gaya bermain seperti ini masih banyak dijumpai di Eropa, namun di Indonesia amat sangat jarang, kalau tidak boleh mengatakan tidak ada. Irama dinamis yang ditimbulkan dari aliran yang kerap disebut swing string ini seakan-akan melontarkan pendengarnya ke atmosfir magis era 1930-an. Tak perlu pergi ke Paris menggunakan mesin waktu untuk sampai ke sana. Cukup pejamkan mata Anda, dan nikmati sensasi bunyi yang dimainkan duo ini.

    Dalam penampilSatura & Agis & Puspaan mereka, untuk mengurangi rasa jenuh musik jazz manouche yang mereka bawakan, kadang Satura mengundang vokalis menemani mereka untuk tampil membawakan karya jazz standard, namun tetap dalam iringan harmoni gitar duo jazz manouche. Agis Kania dan Puspallia Panggabean adalah dua nama yang kerap diajak serta.

     

    PORTOFOLIO

    – Groove Collective #06, Plate For Me “Palette Of Flavors”, Bandung, 22 Maret 2013. (b. Agis Kania)
    – Sunday Jazz XXIII, Plate For Me “Palette Of Flavors”, Bandung, 31 Maret 2013.
    – Fusion Flava, Sixty, Meeting Point & Cafe, Bandung, 25 April 2013 (b. Agis Kania).
    – Jazz Nagari, Siete Cafe-Resto, Bandung, 19 September 2013. (b. Agis Kania)
    – Monday Jazz Special, Bober Cafe Tropica, Bandung, 11 November 2013. (b. Agis Kania)
    – Jazz Meeting Point, Sixty, Meeting Point & Cafe, Bandung, 29 November 2013. (b. Agis Kania)
    – Margo Friday Jazz, Margo City Mall, Depok, 3 Januari 2014. (b. Agis Kania)
    – Siete Jazz, Siete Cafe-Resto, Bandung, 27 Februari 2014
    – Kampoeng Jazz 6, Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, 3 Mei 2014. (b. Agis Kania & Puspallia Panggabean)
    – Terraz Jazz, Citilink, Bandung, 22 Mei 2014. (b. Agis Kania & Puspallia Panggabean)
    – Sunday Jazz #67, House of Embargo, Bandung, 25 Mei 2014. (b. Agis Kania)

     

    ________________

    tweeter  fb  soundcloud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Arsip Klab Jazz